Berbuat untuk Negeri melalui Sekolah Anak Bahari

Bagus Muhammad Rizal, pemuda berusia 21 tahun, menggagas Sekolah Anak Bahari. Sekolah Anak bahari adalah Komunitas yang fokus pada anak-anak Pesisir. Sekolah ini berada di Kampung Tanjung Kait, RT 1, RW 1, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.  Bagus mengungkapkan bahwa ide ini berawal dari sebuah pelatihan kemaritiman yang Ia ikuti di Yogyakarta. Di pelatihan tersebut, ia disadarkan bahwa potensi kemaritiman Indonesia sangatlah besar. Kemudian saat pulang iapun tergerak untuk membuat sesuatu di daerah. Ternyata setelah melakukan survei selama 3 bulan. Ada dua fokus yang bisa digerakkan, yaitu pendidikan dan lingkungan. Ia pun kemudian mencari data ke Dinas Pendidikan, ternyata angka putus sekolah dan angka buta aksara di daerah pesisir itu cukup tinggi. Maka muncullah ide Sekolah Anak Bahari ini.

Selanjutnya

Melawan Dengan Pena: Kisah Hidup Bapak Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantoro merupakan satu dari sekian keturunan Bangsawan Jawa yang rela menanggalkan silsilah kebangsawanannya agar lebih luwes memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama rakyat. Beliau  lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia merupakan cucu dari Pakualam III dari Kadipaten Pakualaman. Semasa kecil, Soewardi dibesarkan di lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di ELS (sekolah dasar Belanda) kemudian sempat melanjutkan ke STOVIA. Namun lantaran sakit, ia tidak pernah menyelesaikan pendidikan dokternya.

Selanjutnya

Dreamdelion Bukti Bakti pada Negeri

Alia Noor Anoviar, pendiri dreamdelion, yang merupakan community development yang memiliki fokus pada isu pendidikan, kesehatan, dan lingkungan serta pendampingan dalam pemberdayaan ekonomi. Ide ini bermula pada saat ia melakukan pertukaran mahasiswa di Thailand selama 4 bulan. Selama exchange itu , Ia ikut beberapa club mahasiswa. Salah satu club yang menginspirasinya untuk membuat Dreamdelion adalah SIFE Club.  Di club ini, Ia pernah mengikuti programnya dan dipertemukan dengan petani lokal. Saat melakukan kunjungan tersebut, Dosen pembimbingnya menjelaskan bahwa mereka sudah membantu petani dalam beberapa tahun terakhir. Program itu dibawah naungan kampus tapi dijalankan oleh mahasiswa, sehingga program ini bisa mengalami keberlanjutan. Di dalam SIFE Club yang diikuti Alia itu, beranggotakan anak-anak yang memiliki kecukupan ekonomi. Alia yang merupakan peraih beasiswa akhirnya berkeinginan kuat untuk melakukan sesuatu agar dapat bermanfaat di sekitarnya. Dari situ ia ingin mendirikan SIFE Club di Indonesia, namun kesulitan birokrasi membuatnya untuk mengurungan niat  dan membentuk komunitas dengan nama CEO Shop (Community Empowerment Online Shop) untuk pembiayaan Sanggarai (Sanggar Belajar Anak Manggarai).

Selanjutnya

Cut Nyak Dhien: Ksatria Wanita Dari Tanah Rencong

 

Cut Nyak Dhien dilahirkan dari kalangan keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Datuk Makhudum Satiperantau dari Minangkabau. Datuk Makhudum Sati merupakan keturunan dari Laksamana Muda Nanta yang merupakan perwakilan Kesultanan Aceh pada zaman pemerintahan Sultan Iskandar Muda di Pariaman. Sedangkan ibunya merupakan putri uleebalang Lampageu.

Selanjutnya

Literasi Untuk Berbagi

Ical dan anggota KCB foto bersama. Dalam foto ini, Ical memakai kaos putih dan berada di tengah.

Membaca belum juga menjadi budaya penting di Indonesia. Padahal, membaca memberikan manfaat yang baik untuk memperkaya gagasan. Sayangnya, masyarakat luas belum menyadari itu. Namun, tetap ada banyak orang yang bergerak menyadarkan masyarakat akan pentingnya membaca.

Selanjutnya
Page 1 of 5