Kekurangan Ahok Adalah Dia Tampil Sebagai 'Superman'

Mengurus pemerintahan, kata Sudirman Said sebagai ketua Tim Sinkronisasi, tidak sama mengurus perusahaan.

tirto.id - Sejak pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memenangkan Pilkada Jakarta, Sudirman Said dipercaya memimpin Tim Sinkronisasi untuk melakukan komunikasi dengan jajaran birokrasi Pemprov Jakarta. Tim Anies-Sandiaga ini rutin menggelar pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setiap Selasa dan Kamis. Mereka memaparkan program yang bakal direalisasikan gubernur dan wakil gubernur terpilih ketika resmi menjabat, Oktober mendatang.

Selanjutnya

Indonesia Butuh Pemimpin Yang Mencerdaskan*

Menjadi negara bangsa besar yang majemuk, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola kompleksitasnya. 81.826 desa, 98 kota, 416 kabupaten, tersebar di 34 provinsi. 255 juta jiwa rakyat kita hidup di tengah suku suku yang jumlahnya mencapai 1.128, dengan ragam budaya dan keyakinan amat beragam. Mereka berbicara dalam 719 bahasa etniknya, disamping tentu saja bahasa pemersatu: Bahasa Indonesia.

Selanjutnya

Pengkhianatan "Pemimpin Negara"

Sepanjang berdirinya republik ini, tidak ada peristiwa yang memalukan dan memilukan hati selain rangkaian kejadian yang menimpa bangsa beberapa waktu belakangan.  Perilaku dan perbuatan tercela para “pemimpin Negara” menghiasi berita di berbagai media. Mulai dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap yang berujung vonis 4,5 tahun penjara.  Menyusul Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar yang juga tertangkap tangan KPK untuk kasus jual beli perkara. Sebelum Patrialis Akbar, satu petinggi MK lainnya, Ketua MK, telah mendahului masuk penjara pada kasus yang kurang lebih sama.  Penampakan perilaku tercela pemimpin Negara tidak berhenti di situ tetapi terus berlanjut. Kasus e-KTP yang saat ini sedang bergulir adalah contoh di mana korupsi  ternyata berjalan secara sistematis dan dilakukan oleh mereka yang tergolong pemimpin.  Meski belum selesai proses sidangnya, nama-nama yang disebut dalam persidangan e-KTP terindikasi kuat terlibat dalam kasus korupsi ini.  Umumnya mereka adalah jajaran pimpinan di lembaga legislatif.  Bahkan disebutkan pula aktor utama dari kasus e-KTP adalah figur yang saat ini  memegang pucuk pimpinan lembaga tinggi Negara, yaitu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  Rangkaian peristiwa korupsi oleh petinggi negara ini disempurnakan oleh adu otot para senator di acara sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mereka berkelahi  disaksikan jutaan mata rakyat, bukan sedang memperjuangkan gagasan kebangsaan atau sedang menjawab permasalah rakyat, melainkan sedang memperjuangkan kursi pucuk pimpinan.

Selanjutnya

Stop Teror Terhadap Upaya Pemberantasan Korupsi

Teror terhadap pegawai KPK tidak pernah berhenti, dari mulai intimidasi lewat telpon, ancaman fisik, ancaman ke keluarga, sampai dengan kriminalisasi. Pagi ini kita dikagetkan dengan berita adanya teror terhadap Novel Baswedan, penyidik senior KPK yang banyak mengungkap kasus-kasus korupsi besar. Novel disiram air keras di dekat rumahnya sepulang menjalankan ibadah sholat Subuh di masjid dekat rumahnya.

Selanjutnya

Bukan Suasana Biasa

Jika ratusan ribu, jutaan rakyat turun ke jalan
Tertib damai kumpul dan bubarnya
Apapun sebab pendorongnya
Pasti bukan suasana biasa

Jika media nasional menulis tajuk tajam
Memberi judul seperti “Lonceng Peringatan”
Pasti bukan suasana biasa

Jika 99 kyai kharismatik berhimpun di rembang
Membicarakan soal-soal bangsa
Pasti ini bukan suasana biasa

Jika DPD “direbut” dengan operasi khusus
Sidang dilakukan hingga larut dini hari
Dihadiri tak sampai seperempat anggota
Ini bukan keadaan biasa

Kalau DPR kita dipimpin figur bermasalah
Konsisten melanggar  hukum dan etika
Mengira uang adalah segalanya
Sudah pasti negara dalam bahaya
Dan ini artinya bukan keadaan biasa

Jika lembaga agung seperti MA
Berkali-kali mencederai keagungannya
Melalui kasus korupsi atau sejeninya
Hukum dalam keadaan gawat luar biasa

Jika seorang Kapolda berani menulis surat
Mengintervensi proses pengadilan
Tak mungkin ini suasana biasa

Jika banyak pengurus lembaga tinggi negara
Berakrobat jungkir balikkan norma dan etika
Kepada siapa rakyat percaya

Pak Presiden, keadaan ini sungguh tidak biasa
Tak mungkin dibiarkan oleh Kepala Negara

Wajar saja stadion sidoarjo
Penuh lautan ummat manusia
Menyerukan perlunya pemimpin menjaga keutuhan negara
Mencegah kebangkrutan moral bangsa

Membangun kepercayaan sulit tiada tara
Tetapi, untuk menghancurkannya
Terlalu banyak pintu masuknya

Dan kita tidak ingin rakyat murka karenanya..
Karena keadaan ini, sungguh bukan suasana biasa

Page 1 of 3