Stop Teror Terhadap Upaya Pemberantasan Korupsi

Teror terhadap pegawai KPK tidak pernah berhenti, dari mulai intimidasi lewat telpon, ancaman fisik, ancaman ke keluarga, sampai dengan kriminalisasi. Pagi ini kita dikagetkan dengan berita adanya teror terhadap Novel Baswedan, penyidik senior KPK yang banyak mengungkap kasus-kasus korupsi besar. Novel disiram air keras di dekat rumahnya sepulang menjalankan ibadah sholat Subuh di masjid dekat rumahnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa teror terhadap pegawai dan KPK semakin meningkat bila KPK sedang menangani kasus-kasus besar. Saat ini KPK sedang menangani kasus megakorupsi e-KTP dan kasus korupsi besar lainnya. Terkait penanganan kasus korupsi dan tindakan teror terhadap Novel Baswedan tersebut, maka Institut Harkat Negeri (IHN) menyatakan:

  1. Mengecam dan mengutuk pelaku dan aktor intelektual (koruptor) yang telah melakukan teror terhadap Novel Baswedan

  2. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia dan penegak hukum lainnya untuk mengusut pelaku teror terhadap Novel Baswedan dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap para pelaku dan aktor intelektual dibalik kejahatan keji tersebut.

  3. Menuntut pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran lagi terhadap tindakan teror yang menimpa para pegawai KPK dan pimpinan KPK

  4. Menuntut pemerintah dapat melakukan pencegahan dan memberikan perlindungan yang lebih baik dan lebih nyata kepada pegawai dan pimpinan KPK supaya mereka dapat mengerjakan tugasnya memberantas korupsi di Indonesia.

  5. Mengajak seluruh masyarakat untuk terus aktif memberikan dukungan kepada KPK dalam mengusut kasus-kasus korupsi dan memberikan perlindungan kepada KPK dari upaya-upaya pelemahan yang akan selalu dilakukan oleh para koruptor.

Akhirnya, IHN ikut mendoakan kesembuhan penyidik KPK Novel Baswedan dan semoga diberi kekuatan oleh Allah SWT sehingga dapat kembali bekerja untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Teror yang menimpa Novel Baswedan tidak bisa hanya dimaknai sebagai bentuk teror pribadi, tetapi ini merupakan bentuk teror terhadap KPK dan teror terhadap upaya pemberantasan korupsi. Mari kita lawan!!!

 

Jakarta, 11 April 2017

Agung Hendarto
Direktur Eksekutif
Institut Harkat Negeri

 

Download PDF


blog comments powered by Disqus