Pemuda Pelopor Kemandirian Purwokerto

Ahmad Sangidun, Salah seorang alumni Diklat Pemimpin Perubahan (DPP) Purwokerto, yang juga seorang sarjana Agribisnis Pertanian dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini telah malang melintang di berbagai organisasi dan komunitas pemuda Purwokerto. Mulai dari keaktifannya di BEM Fakultas Pertanian UMP, pengurus di komunitas Sahabat Beasiswa Purwokerto, pendiri Aliansi Revolusi Mental hingga pelopor bisnis mandiri melalui pembentukan Galeri Pemuda Mandiri. Yuuk simak kegigihan Idun dalam berkontribusi membangun Purwokerto, berikut ini.

Sahabat Beasiswa Chapter Purwokerto merupakan sebuah wadah komunikasi dan silaturahmi juga bertukar ilmu dan pengalaman di antara para pemburu beasiswa Purwokerto. Pada organisasi ini, Idun atau yang juga dikenal akrab dengan panggilan Fredo oleh teman-temannya, berkontribusi di divisi HRD. Ia bertanggung jawab untuk mengadakan seminar online, mengagendakan pertemuan pekanan dan mengadakan fasilitasi untuk para anggota lainnya terkait usahanya untuk memperoleh beasiswa, seperti mengurus passport, pelatihan iBT atau IELTS. Dengan bergabung di dalam komunitas Sahabat Beasiswa ini Idun dan teman-temannya bisa lebih berani bermimpi. Mereka setiap minggu mengadakan pertemuan dan juga fasilitasi pendampingan dari senior dalam proses mendapatkan beasiswa. Komunitas ini juga bekerja sama dengan PPI Dunia. Saat ini anggota yang tercatat sejumlah 50 orang.

Idun juga aktif dalam Aliansi Revolusi Mental, aliansi ini memposisikan diri sebagai agent of control terhadap pemerintahan di desa tempat tinggalnya. Melalui aliansi ini, Idun beserta kawan-kawannya telah melakukan beberapa kali audiensi dengan lembaga pemerintahan desa Lebeng, Kec. Sumpiah, Kab. Banyumas. Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai tanggapan atas 3 tuntutan Aliansi Revolusi Mental, yang antara lain: a) Pengidentifikasian tindakan berindikasi korupsi di pemerintahan; b) Transparansi dana desa; c) Penegakan aparatur negara yang bersih. Hikmah dari pro-aktifnya pemuda desa Lebeng ini, mengantarkannya menjadi salah satu Tim Perumus Pembangunan Desa Lebeng 2018. Menduduki posisi sebagai tim perumus, Idun dapat berkontribusi dalam bersama-sama menentukan prioritas arah pembangunan desa menularkan ide-idenya dalam menciptakan suasana pembangunan desa yang lebih efektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Selain aktif berorganisasi di masyarakat, ternyata Idun juga mempunyai jiwa wirausaha. Saat ini ia sedang mengembangkan bisnis keripik tempe yang dipasarkan dengan merek dagang mas fredo. Pengolahan kripik tempe ini dilakukan mulai dari pengolahan kedelai menjadi tempe, pembuatan kripik tempe, hingga pengemasan. Keripik tempe mas fredo mampu berproduksi sebanyak 200-250 kemasan per-minggu. Usaha berskala rumah tangga ini sementara telah mempekerjakan 2 orang ibu rumah tangga di sekitar rumah Idun. keripik tempe mas fredo mampu berproduksi sebanyak 200-250 buah per-minggu dan sebagian besar dipasarkan ke toko-toko sekitaran Banyumas. Adapun pemasaran di luar daerah Banyumas seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang biasanya dilayani sesuai permintaan pelanggan. Hal ini terkait biaya pengiriman yang mahal.

Dalam berwirausaha Idun tak mau sendirian. Ia pun menghimpun teman-temannya yang mempunyai visi sama dan menginspirasi para pemuda lain. Mereka pun akhirnya membentuk suatu komunitas bernama Galeri Pemuda Mandiri. Komunitas ini bertujuan memunculkan semangat kemandirian di kalangan para pemuda dan berusaha mewujudkan komunitas desa mandiri. Dalam komunitas ini, mereka tidak hanya saling bertukar pikiran dan membangun jaringan usaha, tetapi mereka juga berkontribusi dalam menggali potensi daerah, dan mengubahnya menjadi peluang usaha. Selain melakukan pendampingan usaha untuk teman-teman pemuda, mereka juga memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu sekitarnya untuk kreatif memanfaatkan potensi daerahnya menjadi pemasukan harian yang menjanjikan. Misalnya saja pelatihan pembuatan krupuk ampas tahu yang memanfaatkan limbah ampas tahu dari industri kecil sekitar. Hingga saat ini, usaha tersebut dapat menjadi mata pencaharian tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di desa Idun.

Saat ini Galeri Pemuda Mandiri juga sedang menggiatkan gerakan penanaman 1000 bibit jambu kristal di masyarakat. Jambu ini merupakan varietas jambu tanpa biji dengan rasa yang segar perpaduan antara buah pir dan apel. Komunitas ini juga bekerja sama dengan desa-desa lainnya untuk menggali potensi di setiap daerahnya dan menciptakan usaha lokal bagi masyarakat sekitar. Semangat ini dilengkapi dengan pendampingan wirausaha bekerja sama dengan UKM atau komunitas lainnya.

Kepada teman-teman generasi muda, Idun berpesan untuk terus menganalisa diri, menggali potensi sekitar dan menemukan peran yang sesuai dengan diri kita untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan potensi daerah masing-masing. Salam Pemuda Mandiri!


blog comments powered by Disqus